Minggu, 07 September 2008

Biodata Arsyad Indradi



Lahir di Barabai, 31 Desember 1949.

Menyenangi sastra khususnya puisi sejak duduk di SMP . Pada tahun 1970 ketika menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Unlam Banjarmasin mulai menulis puisi. Puisi-puisinya banyak diterbitkan di berbagai media cetak di Banjarmasin seperti Banjarmasin Post, Dinamika Berita, Gawi Manuntung , Bandarmasih dan lain-lain.

Sejak di SMA bergabung di Lesbumi Banjarmasin dan Sanggar Budaya Kalimantan Selatan. Tahun 1972 tak aktif lagi di Lesbumi, tapi mengaktifkan diri di Sanggar Budaya Kalimantan Selatan. Tahun 1972 bersama Bachtiar Sanderta,Ajamuddin Tifani, Abdullah SP dan lain – lain ( mantan anggota Lesbumi ) mendirikan Teater Banjarmasin khusus menggeluti teater tradisional Mamanda.

Tanggal 5 Juli 1972 Untaian Mutiara Sekitar Ilmu dan Seni RRI Banjarmasin mengadakan diskusi puisi dipimpin oleh Bachtiar Sanderta. Puisi yang didiskusikan adalah “ Dunia” karya Arsyad Indradi. Yang hadir dalam diskusi itu antara lain Yustan Azidin, Hijaz Yamani, Ajim Ariyadi, Samsul Suhud, Ajamuddin Tifani dan penyair muda Banjarmasin lainnya. Berita diskusi diexpos oleh Lembaran Kebudayaan Perspektif Banjarmasin Post tanggal 17 April 1972.

Sejak tahun 1970 – 1990 tergabung di Perpekindo ( Perintis Peradaban dan Kebudayaan ) Kalimantan Selatan yang berkedudukam di Banjarmasin aktif di bidang seni tari.

Tanggal 8 - 9 Februari 1972, bersama 15 seniman Banjarmasin mengadakan Aksi Solidaritas turun ke jalan menyuarakan hatinurani karena ketidak pastian hukum di Indonesia, dikenakan pasal 510 KUHP, dijebloskan ke penjara dan dikenakan tahanan luar 3 bulan. Laksus Kopkamtibda Kalimantan Selatan melarang pemeberitaan ini di semua media cetak Banjarmasin. Namun Harian KAMI Jakarta mengexpos berita ini Selasa 15 Februari 1972.

Tahun 1992 menggagas dan mendirikan Dewan Kesenian Banjarbaru bersama seniman – seniman Banjarbaru.

Sejak 1980 an – 1990 an aktif menjadi juri lomba baca puisi, juri festival lagu dan menggeluti dunia tari di Balahindang Dance Group Banjarbaru. Dan ditahun itu pernah juara cipta lagu anak-anak juara I,II dan III tingkat Kalimantan selatan yang diselenggarakan oleh PGRI Prv.Kalsel Pada tahun 2000 mendirikan Galuh Marikit Dance Group Banjarbaru. Tahun 2004 diundang Majelis Bandaraya Melaka Bersejarah pada acara Pesta Rampak Gendang Nusantara 7 Malaysia, dan pesta Gendang Nusantara XII,2009 .

Tahun 1996 – 2004 bergabung pada Komunitas Kilang Sastra Batu Karaha Banjarbaru. Tahun 2004 mendirikan Kelompok Studi Sastra Banjarbaru ( KSSB ), sebagai ketua.

Selalu aktif menghadiri acara diskusi sastra di Banjarbaru maupun di Banjarmasin, acara tadarus puisi yang rutin tiap tahun di adakan di Banjarbaru, Aruh sastra 1 di Kandangan ( 2004 ), aruh sastra III di Kotabaru (2006), aruh sastra V di Paringin Balangan (2008), dan aruh sastra VI di Marabahan Barito Kuala (2009), Baca puisi Menolak Korupsi dan Memo untuk Presiden (MUP) di 30 kota lebih di Indonesia bersama laskar PMK.

Dalam catatan Data-data Kesenian Daerah Kalimantan Selatan yang diterbitkan Proyek Pengembangan Kesenian Kalimantan Selatan 1975/1976 digolongkan Penyair/Sastrawan dalam priode menjelang/sesudah tahun 70-an. Di dalam Sketsa sastrawan Kalimantan Selatan yang diterbitkan Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa Balai Bahasa Banjarmasin 2001, oleh Jarkasi dan Tajuddin Nooor Ganie (Tim Penyusun) digolongkan Sastrawan generasi penerus Zaman Orde Baru (1970-1979). Dan termuat dalam dalam Leksikon Susastra Indonesia (LSI) yang disusun oleh Korrie Layun Rampan Penerbit PT Balai Pustaka Jakarta.

Awal tahun 2006 mendirikan percetakan KALALATU Press Banjarbaru Kalimantan Selatan dan penerbitan.

Semua puisi – puisi yang belum terdokumentasikan sejak tahun 1970 – 2006, dicetak dan diterbitkan berupa antologi tunggal secara swadana dan disebarluaskan ke seluruh Nusantara.

Antologi Puisi tunggal , yaitu  :

1. Nyanyian Seribu Burung ( KSSB, 2006 ),
2. Puisi Bahasa Banjar dan Terjemahan Bahasa Indonesia “Kalalatu “ ( KSSB, 2006 )
3. Romansa Setangkai Bunga ( KSSB, 2006 )
4. Narasi Musafir Gila ( KSSB, 2006 ),
5. Anggur Duka ( KSSB,2009)
6. Puisi Bahasa Banjar dan Terjemahan Bahasa Indonesia “Burinik” (KSSB,2009)
7. Antologi Haiku “Tirai Hujan” memuat 1500 haiku, (KSSB,2016)
8. Antologi Puisi “ KAMAR “ Eksplorasi perjalanan musafir rindu. ( Pustaka Banua, 2017 )
9. Antologi Tanka “ Ruang Hening “ memuat 1500 tanka.(2023)
 
Penghimpun :
1. Puisi Penyair Nusantara : “ 142 Penyair Menuju Bulan (KSSB,2006)
2. Kumpulan Esai dan Artikel dari beberapa sastrawan Indonesia dengan tajuk : Risalah Penyair  Gila  (KSSB,2009)
3. Buku Melirik Pantun Banjar (2023)
 
Antologi Puisi bersama antara lain :

Jejak Berlari ( Sanggar Budaya, 1970 ), Edisi Puisi Bandarmasih, 1972, Panorana (  
Bandarmasih, 1972), Tamu Malam ( Dewan Kesenian Kalsel, 1992), Jendela Tanah 
Air ( Taman Budaya /DK Kalsel, 1995), Rumah Hutan Pinus ( Kilang Sastra, 1996),
Gerbang Pemukiman ( Kilang Sastra, 1997 ), Bentang Bianglala ( Kilang Sastra,
1998), Cakrawala ( Kilang Sastra, 2000 ), Bahana ( Kilang Sastra, 2001 ), Tiga
Kutub Senja ( Kilang Sastra, 2001 ), Bulan Ditelan Kutu ( Kilang Sastra, 2004 ),
Bumi Menggerutu ( Kilang Sastra, 2004 ), Baturai Sanja ( Kilang Sastra, 2004 ),
Anak Jaman ( KSSB, 2004 ), Dimensi ( KSSB, 2005 ), Seribu Sungai Paris Barantai   
(2006), Penyair Kontemporer Indonesia dalam bhs China (2007), Kenduri Puisi
Buah Hati Untuk Diah Hadaning (2008),Tarian Cahaya Di Bumi Sanggam  (2008), Bertahan Di Bukit Akhir (2008),Pedas Lada Pasir Kuarsa (2009),Konser Kecemasan (2010), Akulah Musi (2011), Sauk Seloka ( 2012), Puisi Menolak Korupsi I ( 2012), Puisi Menolak Korupsi 2a (2013), Lantera Sastra II (2014), Puisi Menolak Korupsi 4 ( 2015), Kata Cookies Pada Musim , (2015), Bunga Rampai Puisi Tifa Nusantara 2, (2015), Memo Untuk Wakil Rakyat,(2015, Musim ke-1 1000 Haiku Indonesia,(KKK,2015),  Anti Terorisme ,(2016), Musim ke-2 1000 Haiku Indonesia,(KKK,2016), Musim ke-3  Haiku Indonesia (KKK.2017) dll.

 

Anugrah yang pernah diterima :

1. Seni Tari dari Majelis  Bandaraya Melaka   Bersejarah pada Pesta Gendang  Nusantara VII   

     Malaysia (2004),

 2. Seni Tari dari Majelis  Bandaraya Melaka Bersejarah pada Pesta Gendang 

     Nusantara XII Malaysia (2009),

3. Seni Tari dari Walikota Banjarbaru  (2004.

4. Seni Sastra dari Walikota Banjarbaru  (2010)

5. Seni Sastra dari Gubernur Prov.Kalsel (2010)

6. Anugrah Budaya dari Gubernur Prov. Kalsel (2014)

7. Sastra Dari Yayasan Kamar Sastra Nusantara Kalsel (2014))

8. Pengawas Seni Berprestasi I Kabupaten Banjar dan Provinsi Kalimantan Selatan (2009)

9. Anugerah Sastra dari Tifa Nusantara (2015 )

10.Anugerah Astaprana Utama dari Kesultanan Banjar (2016)

11. Anugrah Seni Budaya ( bidang Sastra ) dari Gubernur Prov.Kalsel (2023)

Empat Antologi Puisi mendapat tanggapan berupa esai, dari :

1. Dr. Sudaryono M.Pd ( Staf Pengajar FKIP Universitas Jambi ) “ Narasi Penyair Gila “ Arsyad Indradi, terbit di Cakrawala Seni dan Budaya Radar Banjarmasin, minggu 28 Januari 2007.

2. Dr. Sudaryono M.Pd ( Staf Pengajar FKIP Universitas Jambi )

“ Kalalatu “ Balada atau Mantra ? terbit di Cakrawala Seni dan Budaya RadarBanjarmasin, Minggu 25 Februari 2007.

3. Diah Hadaning ( Pengelola Warung Sastra DIHA, Depok Bogor ) “ Setangkai Bunga dalam Seribu Aroma Ekspresi Cinta Lelaki Banjar “, terbit di Cakrawala Seni dan Budaya Radar Banjarmasin, Minggu18 Maret 2007.

4. Yusri Fajar ( Penyair dan Staf Pengajar Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya Malang ) “ Nyanyian Seribu Burung : Dari Relasi Manusia Hingga Narasi Indonesia “, terbit di Cakrawala Seni dan Budaya Radar Banjarmasin, Minggu 29 April 2007.

Dari bulan Oktober 2005 sampai akhir tahun 2005 menghimpun 142 Penyair se Nusantara ( hasil Seleksi dari 186 penyair ) dan jumlah puisi 426 puisi, dihimpun dalam Antologi Puisi Penyair Nusantara : “ 142 Penyair Menuju Bulan “, 728 halaman, dicetak oleh Kalaltu Press Bjb Kalimantan Selatan dan diterbitkan oleh Kelompok Studi Sastra Banjarbaru ( KSSB ) dengan biaya swadana, untuk cetakan pertama.

Pada cetakan kedua akhir tahun 2007, ada perbaikan dan suplemen berupa epilog – epilog, juga dengan swadana.

Tanggal 7 Desember 2006 duet baca puisi dengan Martin Jankowski pada acara Baca dan Diskusi Puisi “Detik – Detik Indonesia di Mata Penyair Jerman “, yang diselemggarakan Unlam Banjarmasin Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Indonesian Arts and Cultural.

Tanggal 8 – 9 Mei 2006 silaturrahmi, baca dan diskusi puisi di Komunitas ASAS Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Komunitas Sastra Ganesa ITB, Komunitas Sastra Pojok Bandung dan Komunitas Rumah Sastra Bandung.

Tanggal 17 – 19 Juli 2007 baca puisi dan mengikuti seminar sastra internasional di TIM Jakarta. Pada tahun 2007 mengikuti Kongres Cerpen Indonesia V di Banjarmasin dan th. 2008 mengikuti Kongres Sastra Indonesia di Kudus (Jateng).

Hari/Tanggal : Senin, 13 Agustus 2007 pembacaan puisi “ Riverside Poetry “ di Tepi Sungai Martapura depan Kantor Gubernur Kalsel menyambut harijadi yang ke-57 Provensi Kalimantan Selatan dan HUT Proklamasi yang ke-62 yang diselenggarakan oleh Panitia harijadi/HUT Proklamasi dan Dewan Kesenian Kalsel.

Th.2009 menerima penghargaan dan hadiah Umroh juara Terbaik Pengawas Pendidikan Mata Pelajaran Seni Budaya  dar bupati Kabupaten Banjar.


Tempat tinggal : Jalan Pramuka No.16 RT 03 RW 06 Kel.Mentaos Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan.

Email : arsyad_indradi@yahoo.co.id

HP. : 0818 0638 3690